Liburan Ceria ala Keluarga Kami

banner1

Saat liburan tiba, itulah saat yang pas bagi kami membuang kejenuhan lalu menghirup kebahagiaan.

Liburan ke mana nich

Dalam keluarga kecil saya, ada dua pilihan yang dapat dilakukan tiap kali liburan tiba, yaitu :


Pertama, Menghabiskan waktu libur di rumah saja.


Liburan tiba dan kami tidak berkesempatan menyapa tempat-tempat nun jauh? Bagi saya dan suami tentu tidak menjadi masalah. Banyak cara menghabiskan waktu libur tanpa perlu menempuh panjangnya jarak. Memperdalam ilmu ngblog, menulis, mengupas ide-ide sederhana selalu menarik bagi saya.Tak pernah ada kata cukup untuk hobi-hobi saya tersebut. Lain saya, lain pula dengan suami. Game dan berleha-leha di kala bebas dari kerutinan sebagai pegawai kantor sudah cukup menghibur baginya.

Tapi bagaimana dengan kedua putri cantik kami? Liburan hanya di rumah saja? Hm, mungkin bagi mereka akan terasa sangat membosankan. Namun, bila kita dapat melihat dengan jeli, rumah bisa menjadi tempat berlibur yang menyenangkan lho. Berikut cara saya menyiasati agar anak-anak dapat menikmati liburan mereka di rumah :

Memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengasah kreativitas mereka.

Meski rumah kami mungil tapi inilah tempat kami melepas letih, tempat kami berteduh, tempat anak-anak melahirkan beragam kreativitas. Dan jika anak-anak sudah berkreasi, mereka akan lupa dengan waktu. Apalagi bila saya dan suami memberikan kebebasan kepada anak-anak untuk bermain apa saja yang ada di rumah. Tentu rumah akan menjadi surga bagi kedua tuan putri kami dalam mengekspresikan gagasan-gagasan mereka.

Boneka, peralatan memasak, buku mewarnai, permainan pasir-pasiran, kosmetik, sabun, sampo hingga lem menjadi sasaran jiwa kreatif anak-anak saya. Bila sudah seperti itu, jangan bayangkan akan seperti apa bentuk rumah kami nantinya. Pecah! Meski rumah kami tak lagi memiliki rupa, tapi saya pastikan liburan dapat dilewati dengan aman. :)

Berkeliling lingkungan kompleks.

Bersentuhan dengan terpaan angin dan sinar mentari itu memang sangat mengasikkan. Tak perlu mencari tempat yang jauh untuk mendapat sebuah kesenangan. Di lingkungan kompleks, kedua putri saya dapat memperolehnya dengan mudah dan murah.

Bagaimana caranya?

Satu yang menjadi kegemaran adalah berlari sepuas hati mereka. Selama kaki tak terasa penat, selama nafas masih terasa kuat, langkah cepat mereka tak akan berhenti. Tawa-tawa riang saling berpacu, canda-canda ringan mengiringi, wajah-wajah bahagia pun tampak tanpa diminta. Sungguh, bila sudah seperti itu liburan terasa sangat berkesan bagi anak-anak saya.

kamiberlari

Bermain ke rumah eyang.

Kebetulan jarak antara rumah eyangnya anak-anak dan rumah kami tidaklah terlampau jauh. Bisa dikatakan kami bertetangga dekat. Rumah eyang menjadi tempat favorit kedua putri kami. Di sana mereka bisa menghabiskan waktu seharian full, bila perlu hingga bermalam di rumah eyang pun mereka lakukan dengan senang hati.

Apa saja yang mereka lakukan? Banyak. Ide mereka seakan tidak pernah habis. Ada saja hal yang mampu menarik minat mereka. Apalagi bila sudah berjumpa dengan sepupu anak-anak. Hari libur kian ceria.

Mandi hujan.

Inilah aktivitas yang paling digemari oleh anak-anak. Bahagia segera terpancar di wajah kedua tuan putri saat mengetahui langit tengah bersiap-siap menumpahkan berkubik-kubik air yang disimpannya. Derasnya hujan akan disambut riang oleh anak-anak saya. Dinginnya air tak membuat keceriaan serta merta menghilang. Kian deras hujan, kedua tuan putri kian senang. Kecuali bila petir terdengar mengikuti. Sudah pasti tuan-tuan putri segera berhenti main hujan. Karena mereka takut dengan suara petir. :)

hujan


Kedua, menikmati liburan ke sebuah tempat.


Liburan tiba lalu kesempatan mengunjungi negeri-negeri nun jauh terbuka lebar? Tentu inilah yang dinantikan banyak orang. Traveling.

Begitu pun dengan keluarga kecil saya. Jujur, kami sangat suka melakukan perjalanan ke berbagai daerah yang ada di negeri ini. Bahkan kalau bisa hingga ke luar negeri. Sebuah rencana saja sudah membuat hati kami bahagia hingga ke langit ketujuh. Bahkan, meski rencana belum terealisasi, anak-anak saya sudah berfantasi. Betapa senangnya hati mereka saat membayangkan tempat tujuan.

banner2

Liburan tidak akan berarti jika kesenangan tidak di dapat.

menciptakan keceriaan

Sebenarnya berlibur di mana pun itu tidak menjadi masalah. Apakah itu di rumah, di hutan, di gunung, di pantai atau di laut sekali pun bukanlah faktor penentu suksesnya sebuah liburan. Liburan bisa dikatakan berhasil bila tiap orang yang bersinggungan di dalamnya dapat menikmati. Dan di masa liburan, tidak hanya buah hati saja yang memiliki hak bersenang-senang. Kedua orang tua pun wajib merasakan keceriaan yang sama dengan mereka.

Keceriaan itu muncul ketika masing-masing orang larut dalam kebahagiaan.

Tapi, bagaimanakah caranya agar keceriaan di dapat di mana pun lokasi liburan yang dipilih? Apakah cukup dengan mengikuti tiap keinginan? Ataukah dengan penerapan ragam peraturan untuk tiap anggota keluarga? Hm, coba simak cara saya agar liburan berakhir dengan ceria. Saya meringkasnya dalam :

6M yang patut diperhatikan saat liburan tiba.

Menjaga kondisi tubuh.
Liburan boleh di mana saja. Tapi kesehatan tubuh tidak boleh terganggu. Jangan sampai saat berlibur kita justru jatuh sakit. Mengkonsumsi makanan-makanan yang kaya akan gizi mampu meningkatkan daya tahan tubuh tiap anggota keluarga. Badan sehat, liburan pun berjalan lancar.

Merencanakan aktivitas yang akan dilakukan.
Susunlah kegiatan-kegiatan apa saja yang akan dilakukan sepanjang masa liburan. Dibuatnya daftar kegiatan/perjalanan menjadi indikator bila kita sudah siap menyambut liburan nan mengasikkan.

Menyambut gembira waktu libur.
Yakinlah bila liburan akan berjalan menyenangkan. Keyakinan ini akan mempengaruhi suasana berlibur keluarga. Pun ketika rasa kecewa hadir karena sebuah rencana gagal dijalankan, tetaplah percaya bila liburan akan berakhir ceria.

Membuat kesepakatan antar anggota keluarga.
Tiap keluarga pasti memiliki kode etik yang tak boleh dilanggar. Di sinilah sebuah konsensus diperlukan. Bahaslah perihal-perihal apa saja yang boleh dilakukan dan apa saja yang tidak boleh dilakukan saat liburan. Bila masing-masing anggota keluarga sudah seiya sekata terhadap kesepakatan, wah liburan akan semakin cihuy dech. :)

Mengantisipasi kondisi yang tak terduga.
Apa saja bisa terjadi saat kita tengah berlibur. Seperti anak terjatuh, kaki terluka, masuk angin, atau demam tinggi. Maka lislah kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan saat situasi-situasi darurat seperti itu.

Dan biasanya orang tua akan cemas saat kondisi-kondisi tersebut menimpa si kecil. Terlebih lagi ketika mendapati buah hati terkena demam tinggi. Tapi tak perlu panik. Segera berikan si kecil obat penurun panas yang dipercaya oleh keluarga.

Memberikan hak tubuh untuk beristirahat.
Saat liburan tiba, waktu istirahat jadi terganggu. Begadang hingga semalam suntuk menjadi kebiasaan baru. Namun, itu tak baik untuk kesehatan tubuh. Maka istirahatlah secukupnya disaat liburanmu.

banner4

Apakah buah hati pernah terkena demam tinggi saat liburan tengah berlangsung?

Saya pernah. Suhu tubuh putri sulung saya tiba-tiba menanjak naik saat kami tengah berlibur ke sebuah kota. Liburan yang awalnya ceria serta merta berubah suram. Rencana-rencana yang tersusun rapi menjadi berantakan. Lupakan perjalanan yang mengasikkan. Karena cemas dan khawatir segera mengambil alih suasana berlibur.

Lalu bagaimana menyikapi situasi seperti ini agar liburan tetap berlangsung menggembirakan? Sikap tenang orang tua sangat diperukan di sini. Lalu lakukanlah langkah-langkah berikut : perbanyak minum air putih, istirahat yang cukup dan segera beri obat penurun panas yang dipercaya.


Tempra, Penurun Panas Andalan Kami.


Tempra Drops

Bila bicara soal obat penurun panas untuk anak, saya sekeluarga lebih mempercayakan penyelesaiannya pada TEMPRA. Tempra sudah saya kenal sejak lama. Mulai dari anak pertama hingga anak kedua. Tempra selalu menjadi andalan saya saat suhu tubuh anak saya meningkat tajam. Tempra cepat menurunkan demam pada anak. Mengandung Paracetamol yang bekerja langsung di pusat panas. Suhu tubuh anak pun menjadi cepat turun dan kembali normal.

"Selalu sediakan Tempra untuk tindakan antisipasi ketika suhu tubuh anak sedang tidak bersahabat." -eyang ti-

Tempra telah digunakan secara turun temurun di keluarga kami. Dulu, eyang ti-nya anak-anak selalu menyediakan Tempra di kotak obat. Tindakan beliau tersebut sebagai bentuk antisipasi ketika suhu tubuh anak-anak beliau sedang tidak bersahabat. Sikap yang sama ditunjukkan pula kepada cucu-cucu beliau. Sehingga menyediakan Tempra sudah menjadi tradisi keluarga kami.

Kenapa Tempra bisa menjadi pilihan keluarga? Berikut alasan saya memilih Tempra :

4 alasan memilih tempra

  1. Aman.
    Satu yang saya suka adalah Tempra tidak mengandung alkohol. Sehingga aman dikonsumsi anak. Lalu Child Resistant Cap yang dianut oleh Tempra. Yaitu sistem penutup botol yang tidak mudah dibuka oleh anak-anak. Bahan botol yang digunakan pun tak mudah pecah. Berbeda dengan botol-botol obat yang terbuat dari kaca sangat riskan bila berada di tangan si kecil. Saya pun tidak perlu cemas jika Adel, putri bungsu saya, menyentuh persediaan Tempra yang ada di rumah. Karena aman!

  2. Tidak menimbulkan iritasi lambung.
    Saat anak-anak terkena demam, nafsu makan kerap menghilang. Kabar baiknya, Tempra dapat diminum meski lambung si kecil belum terisi.

  3. Pilihan rasa yang disukai oleh anak.
    Anak-anak saya menyukai varian rasa yang ditawarkan oleh Tempra. Putri sulung saya lebih suka memilih Tempra dengan rasa jeruk. Sedangkan putri bungsu saya lebih senang Tempra dangan rasa anggur atau stroberi. Kehadiran rasa-rasa ini memudahkan urusan saya saat memberikan obat pada anak.

  4. Sesuai usia anak.
    Ini memudahkan saya dalam menentukan obat yang sesuai dengan usia anak. Takaran dosis yang digunakan pun jelas. Ada tiga jenis Tempra yang sudah saya gunakan hingga saat ini, yaitu :
    Pertama, ketika usia anak-anak saya di bawah 1 tahun, Tempra Drops menjadi pilihan yang sangat pas. Obat tetes ini mempermudah orang tua saat harus memberikan obat pada bayi.
    Kedua, saat anak-anak saya memasuki usia 1 s/d 6 tahun. Pilihan saya pun beralih ke Tempra Syrup.
    Ketiga, kala putri sulung saya menginjak usia remaja awal (10 tahun). Maka Tempra Forte yang akan saya pilih. Rentang usia untuk pengguna Tempra Forte ini adalah 6 s/d 12 tahun.

ini tempra kami

Jadi, liburan di mana pun tidak menjadi masalah. Entah apakah itu liburan di rumah, liburan di hutan, liburan di gunung, liburan di pantai, atau liburan di tengah laut sekali pun tidak membuat saya khawatir. Karena, ketika di tengah-tengah liburan anak-anak terserang demam tinggi, ada Tempra yang siap menurunkan suhu tubuh buah hati kembali menjadi normal. Tempra solusi mengatasi demam pada anak yang kami percaya sejak dulu.

***

Oya, saya membuat video pendek perihal sistem Child Resistant Cap yang di anut oleh Tempra. Sisi aman yang menarik minat saya terhadap Tempra karena tutup botol yang tidak mudah dibuka oleh anak-anak. Dalam video tampak bila anak-anak saya mengalami kesulitan saat mencoba membuka tutup botol obat Tempra. Bahkan Adel, putri kedua saya, sama sekali tidak dapat membuka tutup botol Tempra. Mau tahu seperti apa aksi mereka? Silakan tonton video di bawah ini!

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho.