Uncategorized

Kisah di Balik Slime

Entah sejak kapan putriku disibukkan dengan mini percobaannya. Dari bibirnya kerap terucap sebuah kata baru, Slime.

“Bu, roro mau buat slime.” Seru putriku di sebuah petang.

“Slime itu apaan mbak?” Tanyaku tak paham.

Aku lupa terhadap jawaban yang diberikan oleh anakku. Meski berkali-kali diterangkan tentang slime tidak juga membuatku paham. Di otakku tak ada gambaran pasti seperti apa bentuk slime tersebut. Sebenarnya bisa saja aku mencari tahunya di internet, tapi hal itu tidak kulakukan. Karena aku pun enggan larut dalam kesibukan baru si kakak. Tapi, aku tak melarang apa pun yang akan dilakukan putriku dalam eksperimenya kali ini.




Meski aku tidak turut membantu, putriku terus melakukan berbagai percobaan membuat slime. Beberapa bahan dibelinya di sekolah. Kegagalan demi kegagalan pun didapatnya. Namun aku masih diam tidak menanggapi. Aku biarkan dia bereksperimen sesuka hatinya.  Aku pikir, tanpa bantuanku pun putriku mampu melakukannya sendiri.

Hingga pada suatu saat aku tak lagi menemukan kesibukan yang biasa terjadi di depan rumah kami. Tak ada lagi terlihat mangkok-mangkok plastik yang berserakan di teras. Tidak ada lagi ceceran pewarna di lantai. Sabun, sampo, lem tertata rapi di tempatnya. Bila sebelumnya aku diam tak menanggapi apa pun yang dilakukan putriku dalam percobaannya tempo lalu. Maka kini aku justru khawatir terhada sikapnya yang ditunjukkan. Aku tak ingin putriku tidak menuntaskan apa yang telah dimulainya.

Baca Juga : Membuat Slime Dengan Cara yang Lain

Kekhawatiranku pun terjawab. Siang itu, seperti biasa aku menjemput putri sulungku di sekolahnya. Letak sekolah putriku ini berada tepat di tepi jalan raya Pulogebang. Terminal terpadu membuat tepian kota ini kian sesak dengan beragam kendaraan. Terik kian menyengat, motor pun kupacu kian laju. Menerobos barisan mobil yang mengular. Dalam sekejap aku sudah berada di lingkungan sekolah putriku. Tampaknya pelajaran terakhir belum usai. Jadilah aku menunggu di kursi panjang yang berada di depan kelas anakku.

Panas. Tak banyak yang kulakukan saat menunggu putriku keluar dari kelasnya. Obrolan ringan antar sesama penjemput menjadikan waktu berlalu tanpa terasa. Bel pulang sekolah pun berbunyi. Dari dalam kelas putriku terdengar riuh. Aku pun bergegas berdiri untuk menyambutnya di muka pintu. Dari dalam kelas senyum manisnya menyambut kehadiranku. Sedikit tergesa putriku menghampiriku seraya berkata,

“bu, Roro beli slime dari kawan Roro.” Serunya riang. Ketakutanku menjadi nyata. Anakku tidak melanjutkan eksperimennya. Karena kerap menemui kegagalan, dia pun berhenti.

“Roro beli berapa?” Selidikku tak bergairah.

“Beli Rp 3.000,- bu.”

Kupandangi slime yang berada di tangannya. Jumlahnya terlampau sedikit untuk nilai yang harus dikeluarkan. Dengan membelinya anakku memang tak perlu lagi repot-repot membuatnya. Tapi, rasanya aku tidak rela bila kali ini dia berhenti begitu saja dan tidak kembali mencoba menyelesaikan slime yang diinginkannya.

Saatnya aku turun tangan. Kucari semua informasi mengenai slime. Yang pertama tentu mencari tahu apakah slime itu? Tentu kamu pernah nonton Kids Choise Awards kan? Nah, biasanya artis-artis yang diundang pada acara tersebut kerap disiram oleh cairan berwarna dan sedikit lengket. Umumnya berwarna hijau dan tampak menjijikkan. Itulah salah satu jenis slime. Berdasarkan tingkat kekentalan, slime memiliki banyak rupa. Nah, slime yang akan kami buat kali ini adalah slime yang kental dan pekat.




 photo justin bieber dan slime_zpsh41s1bic.jpg

Justin Bieber @buzzfeed.com disiram slime saat acara Kids Choice Awards

Untuk itu aku mulai mencermati yutuber-yutuber lokal hingga internasional. Beragam jenis slime, beragam pula bahan pembentuknya. Dari sekian banyan pilihan, satu yang menurutku patut untuk dicoba. Yaitu slime yang menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat.

Awalnya, aku dan anak-anak pun mengalami kegagalan. Namun setelah beberapa kali percobaan slime kami pun jadi. Dan beberapa kelebihan slime buatan kami adalah :

1. Slime kami ini memiliki kelenturan yang sangat baik. Bahkan jika kedua ujungnya ditarik berlawanan arah, dia akan memanjang mengikut jarak yang dibuat tanpa ada yang terputus.

2. Slime akan semakin strecth jika dilakukan penarikan berulang-ulang. Dan segera kembali lentur.

3. Setelah melewati beberapa hari ( lebih kurang seminggu ), slime buatan kami tidak mengeras seperti pada umumnya. Konon ini dikarenakan slime disimpan pada tempat yang tertutup.

Setelah kelebihan-kelebihan di atas, percobaan ini pun tak begitu saja bebas dari kekurangan. Yaitu tidak adanya takaran yang pasti terhadap bahan yang kami gunakan. Namun, bahan-bahan yang kami gunakan dijamin sangat mudah didapat. Berikut bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat slime seperti kami :

  1. LEM, kami menggunanakan 30 ml lem.
  2. AIR, dua sendok teh.
  3. PEWARNA, pewarna yang kami gunakan adalah pewarna makanan. Beri pewarna sesuai selera.
  4. INSTO, selain insto dapat juga menggunakan gom (obat sariawan). Aku mencoba mencari fungsi insto dalam pembuatan slime ini melalui percobaan yang kami lakukan. Setelah beberapa percobaan maka dapat kusimpulkan bahwa pemberian insto pada slime dapat membuat slime menjadi kian regang.
  5. SABUN CAIR, sabun membuat lem menjadi tidak mengeras. Semakin banyak memberikan sabun, slime semakin tidak mudah mengeras. Pendapatku ini lagi-lagi berdasarkan percobaan yang telah dilakukan.
  6. BABY OIL, berikan baby oil secukupnya agar slime tidak lengket.

Caranya :

  1. Siapkan wadah untuk membuat slime. Tuangkan lem cair, air dan pewarna. Aduk secara perlahan dan rasakan kekentalan dalam setiap adukan.
  2. Beri sedikit sabun cair lalu aduk kembali. Rasakan perubahan yang tejadi setiap pencampuran bahan-bahan.
  3. Beri sedikit insto lalu aduk kembali. Dan rasakan perubahan yang terjadi.
  4. Pemberian sabun dan insto dapat dilakukan berulang-ulang. Disesuaikan dengan tekstur yang diinginkan.
  5. Tekstur slime telah didapat kini dapat diberikan baby oil untuk mengatasi lengket yang terjadi.
  6. Percobaan dapat dikatakan berhasil jika slime mampu membersihkan wadah dari slime itu sendiri.

Kenapa aku bersikeras membuat slime untuk putriku? Karena, aku ingin mengasah daya juang putriku. Aku ingin putriku tidak mudah menyerah terhadapa masalah yang dihadapinya. Aku tidak ingin anakku mudah berputus asa ketika menemui halangan yang memperlambat tercapai sebuah harapan. 

Aku ingin menanamkan bahwa kegagalan tidak menjadi masalah bila usaha memperbaikinya terus dilakukan. Ya, melalui percobaan sederhana ini kami belajar banyak bagaimana caranya mewujudkan cita melalui kegagalan demi kegagalan. Semoga kisah kami ini pun bermanfaat bagi yang lain.

Tabik!

104 Comments

    1. hehe lupa juga ngjelasinnya… saya ajukan pertanyaan yang sama kepada putri saya, hanya untuk main-main saja jawabnya.. ya, buat anak saya yang tk, slime menjadi sangat menarik dimainkan dalam genggaman tangan.. teksturnya yang lembut disukai sama anak-anak saya.. slime ini hanya dimainkan dalam genggaman tangan2 mungil mereka.. diremas, dibentuk dan bisa juga ditiup membentuk gelembung.. karena sabun yang digunakanlah makanya terjadi gelembung.. tapi setelah browsing slime bisa juga digunakan membersihkan tombol-tombol keyboard…

      1. maafkan saya kakak kalo isi artikel tidak sesuai dengan yang diharapkan. Saya juga lagi belajar nulis ini. Lain kali saya coba lebih baik lagi. Terima kasih masukannya kakak . 🙂

    1. tanah lilin itu apa mbak? bentuknya strecth gitu mbak… kukira dulu macem playdoh, ternyata beda.. berlendir gitu.. kentel2 gitu…

  1. Cucu bunda juga, Ayman, karena gagal bikin sendiri, akhirnya pesen sama temennya, tapi harganya 28ribu. Mahal juga ya, tapi melihat bahan-bahan yang diperlukan, wajarlah harga segitu. Tapi setelah dapat adonan slime itu, dibiarin aja tuh di meja, paling-paling cuman di-pegang-pegang doank. Cuci tangan, tarok lagi di tempatnya. Ternyata musin mainan itu sama, ya, di setiap sekolah.

    1. iy, bunda… hm, harganya mahal itu bun 🙂 … tapi bisa jadi bahan2 yang digunakan lebih oke punya makanya jadi mahal… anak2 saya juga sama bun, awal2nya aja yang heboh.. belakangan slimenya dicuekin 🙂

  2. maaf bun. sebelum baca blog ini saya udh bikin slime juga hehe ikut penasaran sama slime.
    Tapi hasilnya jadi keras bgt, (2 sdk makan lem, insto nya 1 btl) kira2 masih bisa gak yah di bikin slime lagi. Heheheh

      1. saya anak umur 10 thn… banyak sekali jenis2 slime kurang lebih 105 jenis…. slime2 yang lain itu udah biasa mungkin dibuat…. cb buka tentang barell o slime atau jelly slime…. buat… pasti rasanya menjijikaj kayak ingus

        1. Halo afifah…wow, banyak y jenis slimenya. ok, nanti aku coba buat apa yg kamu saranin. Makasih udah mampir di sini 🙂

  3. Aku bikin ko kaya plaatik sih terus beat lagi aku bikin ku tambahin sodakue terus kan agak ngembang baru ku kasi insto baru jadi tapi dia berat cepat putus deh gitu yang kurang itu apa ya??????????

    1. aku gak pake soda kue, pake insto sebagai pengganti gom… sabun memang banyak kugunakan… belum lagi penggunaan baby oil agar tidak lengket.. mungkin karena itu slime yang kubuat tak mudah putus :))

    1. anak saya pernah nyoba dari lem fox dan itu pun alhamdulillah berhasil.. takaran disesuaikan saja… satu yang pasti, mesti pake sabun.

  4. Saya jg tau kok cara bikin slime
    Bahan bahan nya adallah
    1.lem bosa lem fovinal arau lem apa ajah
    2.gom
    3.baby oil
    4.pewarna makanan

  5. Hai mom.. slime nya apkah akan rusak lama2? Qlo aq dulu bikinin dough wat anakqu dr mnyk goreng n tepung, tapi lama2 bs basi lagian lengket di lantai…
    Qlo slime lengket jg ga ya? Lengket ky bekas qlo main playdough gt. Aq sie sbnerna ud nemu pjual slime yg murah, tp penasaran pengen bikin ndiri… thx..

    1. rusaknya slime biasanya karena kadar air terlampau banyak…lengket gaknya tergantung komposisinya mom..beberapa kali si kk buat, ada yang lengket ada juga yang gak lengket di lantai…biasanya penggunaan baby oil atau jenis minyak lainnya bisa mengatasi lengket pada slime, tapi tanpa baby oil pun bisa gak lengket… coba cek di video baru si kakak ini ya mom .. https://www.youtube.com/watch?v=Ha9x2N4q6d8 … thanks udah mampir, klo udah nonton tolong channelnya disubcribe skalian ya 🙂

  6. Menurut saya, apakah slime itu malah akan membuang2 waktu. Karna menurut saya tidak ada manfaatnya dan tidak ada untungnya. Jadi, lebih baik melakukan pekerja an yang lebih bermanfaat

    1. membuang waktu atau tidaknya itu tergantung dilihat dari sisi mana dulu 🙂 … bila menurutmu membuat slime membuang waktu tapi tidak bagi kedua putri saya. bagi mereka ini adalah waktu bermain yang mengasikkan… tentu saja mereka (anak2) harus dalam pengawasan ortu dengan batasan waktu bermain yang telah disepakati…dan akan berbeda pula nilainya bila dilihat dari sisi saya, wah wah klo ibunya ini yang main bisa gak masak nanti. 😀 … tapi makasih kamu udah berkenan memberi komentar 🙂 …

      1. Iya betul itu mom, kalo kamu merasa itu buang2 waktu ya sudah jangan lakukan dan ga usah komentar sesusatu hal yg kamu rasa buang2 waktu

        1. yup. perspektif tiap orang memang berbeda-beda mom 🙂 … baiknya, ya mlakukan yang memang bermanfaat bagi diri sendiri & lingungan …

    1. salah satu penyebab slime berkurang mungkin karena ada slime yang tertinggal ketika dimainkan. slime menjadi keras berarti kadar air telah berkurang. bisa di atasi dengan merendamnya dengan air. semoga jawaban saya bisa menjadi solusi ya 🙂

    1. Slime akan berbahaya bila tertelan dek 🙂 , tapi bila hanya dimainkan sesuai aturan saya kira tidak berbahaya. Saya sendiri selalu mengawasi anak2 saya ketika mereka tengah bermain slime. Dan yang penting adalah menyuci tangan setelah bermain slime adalah wajib bagi anak-anak saya. Dan tidak hanya pada slime saja anak-anaka menerapkannya, selesai bermain playdoh pun anak-anak selalu saya sarankan untuk menyuci tangan mereka.

  7. Halo Kak! Aku juga jualan slime lho! Ada barrel o slime, jelly slime, dan bubblegum slime. Harganya murah hanya 4 ribu per wadah besar, yang kecil 3 ribu. Memang agak mahal ya? Karena bahannya juga mahal. Kalau ada yang mau beli bisa follow ig saya Syifarayas. Hehe numpang promo. Tapi kak aku pernah buat slime dari tepung, sunglight, dan minyak goreng. Coba bikin deh kak, pasti hasilnya lumayan bagus. BTW numpang promo ya 🙂

  8. Wah bun, seneng deh nemy artikel ini… udah 2 minggu ini anak saya kelas 4 SD juga setiap hari ribut bikin slime…
    Rajing banget bereksperimen dengan teman temannya…mereka buka youtube trus dicoba coba….
    Saya cuma senyum senyum sambil bingung sebetulnya mereka bikin apa sih hehehe
    akhirnya coba googling dan ternyata saya tidak sendiri… 🙂
    Besok saya akan coba kasi resep slime bunda ke mereka , semoga mereka senang.
    Makasih bun

    1. slime tidak berbahaya bila dimainkan dalam batasan yang wajar, gom akan berbahaya jika tertelan, setau saya selain menggunakan gom, ada yang menggunakan obat tetes mata atau pun detergen. tapi pada keduanya juga terdapat kandungan boraks, prinsipnya, bermain aman itu jika dalam pengawasan orang tua atau paling tidak memberikan pengertian kepada anak bahwa slime tidak boleh dimasukkan ke dalam mulut, bahwa setelah bermain slime tangan harus segera dicuci. selama ini, itu yang saya lakukan pada anak2. semoga jawabannya memuaskan ya. 🙂

  9. Saya bikin slime dari shampo,sabun colek,dan garam…
    sebelum dimasukkan ke kulkas kenyal dan tidak begitu lengket…tetapi sekitar 20 menit kemudian slime Saya jadi cair…kira-kira apa masalahnya?apa kebanyakan garam?tolong infonya

  10. Mhn maaf sblmnya.. sy jg bunda Dr 3 anak yg hobi buat slime.. tp stlh mencermati mrk membuat kmd digeletakkan. Akhirnya sy membatasi mereka utk membuat slime. Krn pertimbangan sy adalahembuang bahan yg bermanfaat diantaranya sabun, lem dan gom/insto. Yg utk orang lain hal itu bisa bermanfaat lebih. Tp bagi kita yang bisa membeli benda benda itu justru menjadi mainan. Yang kl sdh bosan digeletakkan akhirnya keras dan terbuang. Sy mengarahkan percobaan yang lain yang juga tidak kalah seru serta variatif. Tidak hanya slime tp tetap bs dilakukan secara sederhana di rumah.. demikian menurut hemat kami, setelah berhasil membuat slime, mari kita ajak anak-anak untuk terus bereksplorasi dengan percobaan yang lain. Demikian saran kami..mhn maaf sebelumnya..

    1. gak juga, coba aja dengan jumlah yang dikit , lem, air, dan gom.. semua sedikit jumlahnya ya. apalagi air. klo udah terasa kekenyalannya, baru coba yang lain.

  11. ga ada takaran yg di berikan ya mbak,,,hanya beberapa bahan dan takaran, selebih nya seperti sabun cair nya berapa,,,insto nya berapa,,,tidak di tulis kah,,,atau sesuai kemauan kita?

    1. takaran itu dikira2 aja mbak, gak ada takaran pastinya. tapi kalo pun pake takaran coba praktekin yang berikut ini. lem povinal 75 ml, lem fox 150 gr, air 30 ml, sabun sunlight satu sendok teh, sabun biore 3 s/d 4 sendok makan, gom borak glicerin satu botol yang kecil, gom beri sedikit demi sedikit agar tekstur slime sesuai dengan keinginan. semoga bisa dipraktekan ya, dan hasilnya memuaskan. 🙂

  12. Wuih, sama mbak.
    Aku juga awalnya heran kenapa ini para siswa jajan mainan gini. Mahal pulak.
    Akhirnya aku cari tahu dan coba buat sendiri.
    Kalo berhasil mau ajarin anak-anak cara buatnya hehehe…

    Ternyata emang karena enak dimainin looh.
    Oh, ya saya belum selesai edit video slime buatan saya. Nanti berkunjung ya mbak biar bisa komentarin slime hasil saya. Saya pake bahan lain sebagai pengganti slime act-nya 🙂

    1. slime bisa keras gaknya tergantung dari komposisi dan bahan2 yang digunakan. air dan sabun biasanya bisa mengatasi masalah slime yang mengeras..

    1. bahaya. karena didalam gom ada kandungan boraksnya. iy. 🙂 cuman hati2 ya klo main slime, bahan kimianya tak cukup aman jika sering dimainkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *