Uncategorized

Prive Uri-cran Menjaga Kesehatan Saluran Kemih

Anyang-Anyangan

esensi sebuah toilet new
Ke mana pun tujuan kaki melangkah, toilet menjadi salah satu fokus utama saya. Bagi saya, sebuah toilet mampu mempengaruhi suasana hati kita. Sebuah perjalanan nan menyenangkan bisa jadi terusik jika toilet tak mudah ditemukan. Hari nan indah sanggup berubah suram bila toilet sulit didapat. Wajah ceria berganti durja manakala toilet di rumah tengah bermasalah disaat hasrat buang air begitu menggebu. Sungguh, tanpa toilet hari-hari saya bisa menjadi rumit.

Bukannya tanpa sebab toilet memiliki peran penting dalam kehidupan saya. Dulu, saat memasuki usia remaja awal, saya tidak terlampau mempermasalahkan ada tidaknya sebuah toilet. Dulu, sekolah saya bisa dikatakan tidak memiliki toilet. Meski wujudnya ada namun saya tak pernah menjumpai air di dalamnya. Kebersihannya pun tak terjaga dengan baik. Herannya saya tak pernah protes mengenai itu. Bahkan, tubuh saya pun berusaha untuk beradaptasi terhadap kondisi sekolah saya saat itu.

Persoalan baru muncul ketika rasa ingin buang air kecil mendesak hebat, sementara di sekolah tidak ada toilet yang layak untuk dipakai. Alhasil, selama satu tahun saya mengikuti kegiatan belajar di sekolah tersebut, saya kerap menahan pipis. Padahal itu bukanlah hal yang baik untuk kesehatan saya. Menahan pipis tak jarang membuat saya sakit buang air kecil. Berawal dari sinilah akhirnya saya paham betapa esensialnya kehadiran sebuah toilet di dalam kehidupan.

saya dan anyang-anyangan new
Sakit buang air kecil atau dikenal juga dengan sebutan anyang-anyangan memiliki gejala-gejala tertentu. Salah satu tanda yang patut dikhawatirkan adalah munculnya dorongan ingin buang air kecil secara terus menerus. Percayalah, pada titik ini jangan harapkan buang air kecil akan terasa lancar dan nikmat. Dulu, saat saya mengalami kondisi seperti itu, setetes dua air seni yang keluar sudah membuat saya senang alang kepalang. Itu pun harus diiringi dengan rasa nyeri yang mendera sistem urine saya.

Kamu ingin tahu apa yang biasa saya lakukan jika saya tengah terkena anyang-anyangan? Ada tiga hal yang sangat membekas di otak saya.

Pertama, saya akan membiarkan tubuh saya berdiri lama menghadap ke tungku kayu bakar yang tengah menyala. Entah kenapa, perihnya anyang-anyangan sedikit berkurang saat panasnya api tungku menerpa hangat miss V saya. Tapi, apa yang saya praktikkan dulu belum mampu menyembuhkan anyang-anyangan secara tuntas.

Kedua, saya pun pernah megusir anyang-anyangan dengan minum air bergelas-gelas. Namun sayang, anyang-anyangan bukannya menghilang justru perut saya terasa kembung.

Ketiga, saya akan mengikat jempol kaki saya dengan karet gelang. Konon, jika saya melakukan hal tersebut anyang-anyangan dapat segera hilang. Pada kenyataannya sugesti tersebut tak cukup berhasil melenyapkan anyang-anyangan yang saya derita.

pelbagai kisah anyang-anyangan

Ternyata derita sakit buang air kecil ini tak hanya milik saya seorang. 9 dari 10 wanita yang saya jumpai pernah bersinggungan dengan anyang-anyangan. Dan 3 dari 4 pria yang saya kenal tak asing dengan anyang-anyangan. Beberapa sumber yang saya baca menyebutkan bila sebagian besar wanita berisiko mengalami anyang-anyangan. Sebuah fakta yang berhasil menggelitik saya untuk melihat anyang-anyangan dari kaca mata orang-orang di sekitar saya.

Dari tutur-tutur yang saya terima menunjukkan bila anyang-anyangan memiliki beragam sebab. Teknik meredakan rasa sakit yang mendera pun beraneka rupa. Berikut rangkuman kisah dari perempuan-perempuan yang berhasil saya sapa.

Ninik Wanita Muda nan Energik

Pada kisah Ninik inilah anyang-anyangan tak saya temukan. Iya, Ninik tidak pernah terkena anyang-anyangan. Namun dia memiliki pendapat sendiri mengenai anyang-anyangan ini. Bagi Ninik, anyang-anyangan biasanya terjadi pada anak-anak. Yaitu saat si bocah kerap berlari-lari atau melakukan lompatan-lompatan yang tinggi. Hm, apakah kamu setuju dengan pendapat Ninik?

Perjumpaan dengan Tiga Perempuan

Pada sebuah kerutinan sekolah anak saya, berjumpalah saya dengan tiga orang perempuan ini. Kami terlibat obrolan yang cukup seru. Salah satu tema yang kami kupas menyangkut perihal anyang-anyangan. Ketiganya mengakui bila anyang-anyangan kerap muncul saat mereka berada dalam perjalanan yang cukup jauh. Hanya saja sorotan saya lebih tertuju pada nenek yang duduk di seberang saya.

Usia nenek saya taksir berada di atas 50 tahun. Beliau terkena anyang-anyangan ketika dirinya sudah lanjut usia. Nenek selalu menyediakan obat pereda nyeri di tas sebagai bentuk antisipasi beliau terhadap anyang-anyangan. Iya, ke mana pun kaki beliau melangkah, obat tersebut tak pernah tinggal. Selalu dibawanya. Jujur, saya baru mendapati kasus anyang-anyangan semacam ini pada diri nenek tersebut.

Kisah nenek tak sama dengan dua wanita yang tersisa. Umur kedua wanita ini berada diangka 40-an. Mereka terkena anyang-anyangan saat usia belum terlalu tua. Meski anyang-anyangan mendera nyeri, namun keduanya tak memiliki obat khusus serupa nenek. Mereka lebih memilih cara-cara lama seperti yang saya lakukan dulu. Yaitu mengikat jempol kaki dengan karet gelang. Atau cukup menahan sakit hingga anyang-anyangan hilang dengan sendirinya.

Perspektif Anyang-anyangan dari Seorang Cici

Pada sebuah sore saya bertanya soal anyang-anyangan kepada Cici salon langganan saya. Kira-kira begini kalimat yang saya utarakan kepadanya, “Ci, pernah gak kena anyang-anyangan?”

“Pernah, rasanya gak enak bener. Kalo pipis nyeri. Gak enak dech. Aku kalo kena anyang-anyangan suka beli obat di apotik,” jelasnya panjang lebar dengan kedua tangan yang terus bergerak memangkas helai demi helai rambut saya.

“Apa nama obatnya Ci?” Sungguh saya ingin tahu tentang obat tersebut. Tapi tentu saja saya tidak berharap akan terkena anyang-anyangan lagi. Informasi yang didapat sebagai pengetahuan bagi saya.

“Aku lupa nama obatnya. Tanya aja sama petugas apotiknya. Pasti mereka tau.”

Hm. Saya manggut-manggut mendengar penjelasan Cici salon langganan saya tersebut. Cara mengatasi anyang-anyangan dengan tekhnik seperti ini serupa dengan kisah nenek di atas. Biasanya banyak perempuan cenderung membiarkan anyang-anyangan hilang dengan sendirinya tanpa perlukan menggunakan obat-obatan tertentu. Atau mereka akan memilih cara-cara lama yang masih diadopsi hingga kini. Termasuk saya.

Anyang-anyangan Menyerang, IGD Mengundang

Percayakah kamu jika anyang-anyangan dapat membawamu ke IGD? Silakan simak kisah yang saya dapat dari kakak ipar saya berikut.

Belum lama ini kakak ipar saya melakukan perjalanan dengan waktu tempuh 3 jam. Selama tempo tersebut dia menahan untuk tidak buang air kecil. Akibatnya bagian saluran kemihnya terasa perih luar biasa. Sakit buang air kecil yang dialaminya menyebabkan tubuhnya menjadi lemah hingga tak sanggup untuk diajak berjalan. Dengan kondisi seperti itu kakak ipar saya pun segera dilarikan ke IGD. Setelah diobservasi, dia pun diberi infus yang berisikan cairan obat pereda nyeri dan antibiotik.

infus disebabkan anyang-anyangan

Yakinlah, awalnya saya tak percaya bila sebab kakak ipar saya dilarikan ke IGD karena anyang-anyangan. Tapi, siapa sangka jika menahan buang air kecil harus berakhir di ruang IGD. Darinya saya semakin paham, janganlah sekali-kali menahan buang air kecil. Tak baik dan jelas tak menyenangkan.

Sebab Anyang-anyangan yang Tak Jelas

Menggali informasi mengenai anyang-anyangan membuat saya sibuk bertanya kepada banyak orang. Mulai dari tetangga hingga kawan-kawan senam. Mulai dari mertua hingga kakak ipar. Begitu pun saat saya berada di salon atau kolam renang menjadi semacam keharusan soal anyang-anyangan ini berada dalam obrolan. Hingga akhirnya saya berjumpa dengan Ibu Aminah (bukan nama sebenarnya) yang menderita anyang-anyangan tanpa beliau paham apa yang menyebabkannya.

Selama ini yang saya pahami tentang anyang-anyangan adalah nyeri yang mendera saluran kemih kita karena kerap menahan pipis atau kurang minum. Keyakinan saya terhadap hal tersebut kian kuat saat saya berbincang dengan banyak orang. Tapi, apa yang saya ketahui tampaknya tidak berlaku dalam kasus anyang-anyangan Ibu Aminah. Beliau mengaku tidak pernah menahan buang air kecil atau pun kurang mengkonsumsi air putih. Namun, nyatanya Ibu Aminah tetap terkena anyang-anyangan. Bahkan hingga mengeluarkan bercak darah.

Meski tak paham sebab dari anyang-anyangan yang dialaminya, Ibu Aminah tidak pernah memeriksakan kondisi tersebut ke dokter. Pun tak ada obat khusus yang digunakan oleh Ibu Aminah. Hanya saja, dua hal berikut biasa Ibu Aminah lakukan jika perih anyang-anyangan sudah tak tertahankan yaitu dengan mengipasi miss V beliau atau merendamnya menggunakan air dingin.

Jika begitu kisah Ibu Aminah, lantas faktor apakah yang menyebabkan munculnya anyang-anyangan pada diri beliau?

isk

Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah peradangan yang terjadi pada saluran kemih kita. Yaitu saat sistem yang membawa urine ke luar tubuh terinfeksi oleh kuman. Biasanya bakteri Escherichia Coli (E.Coli) sebagai kuman yang sering ditemukan dalam kasus ISK ini. Bakteri E.Coli hidup di dalam usus besar manusia. E.Coli menginfeksi saluran kemih masuk melalui tabung yang membawa air seni keluar dari tubuh (uretra).

Tingkat keseriusan untuk kasus ISK pun berbeda-beda. Tergantung pada bagian saluran kemih manakah yang terjangkiti oleh bakteri. Infeksi dikatakan berada pada fase ringan jika bakteri hanya menyerang saluran kemih bagian bawah (kandung kemih dan uretra). Nah, pada tahap inilah akan kita jumpai gejala yang diidentifikasi sebagai anyang-anyangan.

Sayangnya selama ini anyang-anyangan kerap diabaikan karena dianggap gampang dalam memperoleh kesembuhan. Namun tahukah kamu bila kondisi tersebut dibiarkan berlarut-larut peradangan dapat merambat ke arah saluran kemih bagian atas (ginjal dan ureter). Tentu saja pada tahapan ini tak bisa lagi kita anggap sepele. Karena penyakit yang ditimbulkan akan lebih serius.

Gejala Anyang-anyangan

Anyang-anyangan merupakan salah satu indikasi dari ISK. Anyang-anyangan dapat menyerang siapa saja. Dia hadir tanpa mengenal gender dan batas usia. Namun, kenyataanya betapa mudahnya saya menemukan kasus anyang-anyangan pada wanita. Bahkan sebagian besar wanita berisiko mengalami kondisi tersebut secara berulang.

Lalu yang jadi pertanyaan adalah kenapa wanita lebih mudah terkena anyang-anyangan tinimbang pria?

Secara anatomi wanita memiliki uretra yang lebih pendek dibandingkan pria. Sehingga jarak antara uretra dan anus pun kian dekat. Pun kesempatan uretra terkontaminasi bakteri E.Coli semakin besar. Namun, bukan berarti lelaki tidak berpotensi terkena anyang-anyangan. Karena uretra kaum adam lebih panjang dari kaum hawa, maka untuk mengusir keberadaan E.Coli tentu saja tak semudah layaknya wanita. Kondisi inilah yang membuat infeksi saluran kemih pada pria terasa lebih rumit.

Persoalannya adalah apakah kita telah mafhum terhadap gejala dari anyang-anyangan ini? Dulu, hanya dua hal ini yang saya pahami dari gejala anyang-anyangan, yaitu adanya rasa nyeri saat buang air kecil dan hasrat ingin pipis secara terus menerus. Namun, jika berkaca pada kasus Ibu Aminah, maka tak hanya itu saja gejala-gejala yang dapat dirasakan saat terkena anyang-anyangan. Kondisi-kondisi berikut bisa jadi kita tengah mengalami anyang-anyangan.

gejala anyang-anyangan

Cegah atau Atasi Anyang-anyangan?

  • Cara Mencegah Anyang-anyangan

Apakah kita dapat mencegah anyang-anyangan datang? Tentu saja bisa. Dulu, dua hal ini dipercaya dapat mencegah anyang-anyangan, yaitu tidak menahan buang air kecil dan banyak minum air putih. Namun nyatanya kedua hal tersebut tidak berlaku pada kasus anyang-anyangan Ibu Aminah. Beliau tetap terkena anyang-anyangan meski tak pernah menahan buang air kecil dan konsumsi air putih yang tercukupi.

Terapkanlah gaya hidup sehat. Iya, cara mencegah anyang-anyangan dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup yang sehat. Beberapa hal di bawah ini patut dilakukan dan dihindari agar kesehatan saluran kemih dapat terjaga dengan baik. Dan perhatikan poin-poin yang ada, bisa jadi salah satunya menjadi sebab munculnya persoalan anyang-anyangan pada kasus Ibu Aminah.

cara mencegah anyang-anyangan (2)

  • Cara Mengatasi Anyang-anyangan

Setelah semua upaya pencegahan di atas dilakukan dan anyang-anyangan tetap datang? Apa yang harus kita lakukan? Banyak minum air? Berdiri di depan tungku? Mengikat ibu jari kaki dengan karet gelang? Atau apa?

Ragam pengalaman mengajarkan bila kita cendrung membiarkan anyang-anyangan menghilang dengan sendirinya. Padahal itu tak baik dilakukan. Sebagian mempercayakan penanganan anyang-anyangan dengan menggunakan obat pereda nyeri. Atau dengan membeli antibiotik di apotik. Namun apakah keduanya cukup aman untuk dikosumsi?

Prive Uri-cran

DSC00820
Kabar baiknya ada cara mengatasi anyang-anyangan yang lebih aman. Yaitu dengan menggunakan buah cranberry yang dipercaya ampuh mencegah bakteri E.Coli menempel di dinding kandung kemih.

Cranberry (Vaccinium oxycoccos) adalah tanaman jenis berry yang termasuk tumbuhan semak. Cranberry tumbuh liar di bagian utara Amerika dan Kanada. Buah ini mempunyai kadar vitamin C yang cukup tinggi. Kaya akan serat, mineral dan flavonoid antosianidin, sianidin, peonidin, dan quercetin serta memiliki senyawa fitokimia, yaitu salah satu sumber anti oksidan polifenol.

Sejak bulan April 2004, lembaga pengawas obat dan makanan Prancis, AFSSA, telah mengizinkan penggunaan jus buah cranberry sebagai antibakteri untuk kesehatan saluran kencing. Hal ini dibuktikan melalui 4 uji klinis acak sempurna yang menyatakan bahwa jus cranberry mampu menghambat infeksi bakteri pada saluran kencing.

Hebatnya, kini, ekstrak buan cranberry dapat kita temukan dalam kapsul atau powder sachet Prive Uri-cran. Mengkonsumsi 1 kali sehari Prive Uri-cran dapat menjaga kesehatan kandung kemih kita. Dengan begitu kita dapat mencegah anyang-anyangan datang. Atau konsumsi 2 kali sehari Prive Uri-cran untuk mengatasi anyang-anyangan yang telah menghampiri. Untuk anak-anak berikan setengah dosis orang dewasa.

Dengan Prive Uri-cran, bebaskan anyang-anyangan. Prive Uri-cran datang, anyang-anyangan hilang dech. Prive Uri-cran menjaga kesehatan saluran kemih kita.

Tabik!

Sumber bacaan :
1. http://uricran.co.id/
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Infeksi_saluran_kemih
3. http://www.nhs.uk/pages/home.aspx
4. http://www.webmd.com/women/guide/your-guide-urinary-tract-infections

15 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *