Lomba / Uncategorized

Peran Acer Switch Alpha 12 dalam Keseharian Perempuan Berkeluarga

DESSERTS

Peran Ganda nan Memabukkan

“IBU…”
“Iya dek?”
“Adek udah bu.”
“Iya, sebentar ya dek.”

Coba tebak tentang apakah dialog antara saya dan anak saya di atas?

Ya. Drama di atas bisa tentang apa saja. Mulai dari urusan di kamar kecil hingga urusan belajar. Peliknya lagi waktu tayang drama bisa kapan saja. Tak bisa ditentukan. Konon, usia lima tahun, usia si anak untuk puas bermain. Bukan belajar, apalagi bekerja. Menolak disaat anak-anak meminta haknya cukup sulit. Bisa saja saya memilih menjadi egois, tapi biasanya keegoisan akan berbuah penyesalan. Sekarang perhatikan percakapan kami di situasi nan berbeda. Mungkin banyak ibu yang juga mengalaminya.

“IBU…”
“Hm…”
“IBU…”
“Hm…”
“IBU…”
“Iya dek?”
“Adek lapar.”

Oke. Saya tidak bisa mengucapkan “Hm” untuk yang ketiga kalinya. Meski saya tengah sibuk menunaikan tugas saya sebagai seorang blogger, concern saya mau tidak mau harus di “switch” ke permintaan si kecil. Fokus utama bukan lagi ke laptop, tapi beralih ke urusan dapur. Karena bila rasa lapar dibiarkan, perkara bisa jadi kian runyam.

Itu baru sebagian kecil uniknya bekerja dari rumah. Mari kamu saya bawa ke kisah-kisah menarik lainnya. Lain waktu saya tengah menuliskan ide-ide cemerlang saya. Jari jemari saya melompat lincah di atas keyboard laptop. Geraknya cepat dan tangkas. Seluruh pikiran saya tercurah ke isi cerita. Namun, selangkah lagi tulisan siap publish.

“IBU.”

Oh Tuhan, beginilah nikmatnya menjadi perempuan berkeluarga yang memilih untuk bekerja. Anak pekerjaan, anak pekerjaan. Saya dituntut lihai dalam men-switch dunia saya dari yang satu ke yang lain. Tak hanya itu, agar tiap adegan tetap terkendali, saya membutuhkan sebuah perangkat yang mampu menunjang kedua peran saya. Baik sebagai seorang ibu atau pun sebagai seorang blogger.

Belajar dari pengalaman, saya berharap beberapa hal di bawah ini ada dalam peranti yang saya miliki. Yaitu :

1. Baterai.
Saat ini laptop yang saya punya tak cukup kuat bila sedikit saja terlepas dari pengisi baterai. Seperempat jam adalah waktu maksimal dia untuk bekerja tanpa perlu ada kabel charger yang menopangnya. Selebihnya, dia akan “berteriak-teriak” minta segera dicas. Gawatnya lagi bila dalam semenit dua tak segera terhubung dengan pengisi baterai, laptop saya langsung tak menyala. Kerjaan pun menjadi tertunda. Baterai yang tahan lama menjadi salah satu harapan yang saya langitkan agar kelak kerja saya kian optimal.

2. Suhu Laptop.
Seperti yang saya sebutkan di atas, bahwa saya ini perempuan berkeluarga yang memilih bekerja dari rumah. Mendapat interupsi di tengah kesibukkan bekerja sudah hal biasa. Namun karena itulah laptop saya menyala hampir sepanjang hari. Lamanya jam bertugas membuat suhu laptop acap kali meninggi. Saya khawatir panas yang ditimbulkan dapat merusak komponen-komponen yang ada di dalam laptop. Suhu laptop nan stabil menjadi harapan kedua saya.

3. Sistem pendingin.
Tak jarang waktu kerja saya hingga tengah malam. Biasanya konsentrasi saya kian tajam ketika suasana sepi dan sendiri. Saat anak-anak tertidur lelap adalah waktu yang pas untuk saya bekerja. Tapi, terkadang kondisi nan sepi ini dirusak oleh suara dari kipas pendingin. Tak ayal bila saya sedikit terganggu dengan kebisingan yang dikeluarkan. Jadilah laptop nan fanless masuk dalam daftar keinginan saya selanjutnya.

4. Desain.
Blogger itu dituntut agar mampu mengikuti tren. Apa pun niche yang diusung oleh seorang blogger, kekinian menjadi syarat mutlak jika blog ingin ramai oleh pengunjung. Begitu pun dengan peranti pendukung kerja para blogger. Tak hanya pengetahuan saja yang perlu diupdate, gadget pun perlu diperbaharui.

Seperti laptop milik saya. Bentuknya terbilang konservatif karena termasuk ke dalam golongan angkatan tua. Agar aura positip dalam bekerja dapat terjaga, saya harus memberikan sedikit penyegaran pada bagian bodi laptop. Namun tak hanya sentuhan modernitas saja yang harus ada, fungsi yang dimiliki pun harus mampu memberi kemudahan dalam bekerja. Itu yang penting.

Acer Switch Alpha 12 Hadir Mengubah Jalan Cerita

img4

Apakah 4 keinginan saya di atas terlalu muluk?

Dulu, mungkin iya. Tapi sekarang tentu saja tidak. Mari saya ajak kamu berkenalan dengan notebook SWITCH ALPHA 12. Notebook hybrid ini akan membawa kamu ke dalam kemudahan dan gaya hidup masa kini. Tapi, apakah kehadirannya memang mampu merangkum semua harapan-harapan saya di atas. Apakah teknologi-teknologi yang dibenamkan berhasil meloloskan asa dari perempuan berkeluarga yang merangkap blogger ini? Untuk jelasnya, yuk, sama-sama kita check list poin-poin apa saja yang berhasil dipenuhi oleh Acer untuk 4 keinginan saya di atas.

Baterai

Apakah baterai pada notebook Switch Alpha 12 ini bisa bertahan dalam waktu yang cukup lama? Hm, kamu tahu teknologi pendingin yang dibawa oleh acer untuk Switch Alpha 12 kali ini? Ya, benar. Switch Alpha 12 menggunakan Acer LiquidLoop™ sebagai sistem pendinginnya. Lalu apa hubungannya sistem pendingin dengan ketahanan baterai? Begini, jika overheat pada motherboard dapat ditekan, baterai notebook pun dapat bertahan. Begitulah logika dari cara kerja hemat energi yang diusung oleh Switch Alpha 12 ini. Jadi, untuk harapan pertama saya pun otomatis terpenuhi.

Suhu Laptop

Inilah kerennya Switch Alpha 12. Satu komponen pembangun yang ditanamkan pada Switch Alpha 12 mampu merangkap banyak fungsi. Kehadiran sistem pendingin Acer LiquidLoop™ selain berguna untuk memperpanjang usia baterai, tentu saja ditujukan untuk menstabilkan suhu prosesor Intel Core i Series generasi keenam yang dibenamkan di dalamnya. Jadi, tak perlu risau akan panas yang ditimbulkan meski notebook digunakan dalam tempo yang lama. Dengan begitu keinginan kedua saya pun lolos dengan selamat.

Sistem Pendingin

Sistem pendingin Acer LiquidLoop™ ini memang keren. Pada bagian ini kamu dijamin tak akan mendengar bisingnya suara kipas pendingin konvensional. Karena pipa yang berisikan cairan pendingin akan bekerja secara senyap, suara-suara nan mengganggu pun tak akan terdengar. Konsentrasi tentu tetap terjaga. Sungguh, kehadiran fanless ini sangat menyenangkan hati saya. Harapan saya akan kesunyian pun terkabul. Keren!

Desain

desain
Bagaimana dengan desain yang ditawarkan oleh Switch Alpha 12? Apakah sesuai harapan saya? Wah, Switch Alpha 12 ini memang sangat layak dimiliki. Pada desain tak hanya kekinian saja yang ditonjolkan oleh Acer, fungsinya pun memudahkan urusan saya.

Switch Alpha 12 dirancang dengan bodi yang tipis dan bobot yang ringan. Tak hanya tampak elegan saja, fungsi yang diberikan pun sangat swicthnable. Pada bagian inilah kita dapat menjumpai tema hybrid yang diangkat diaplikasikan dengan cantik dan elegan. Kamu dapat men-switch notebook menjadi sebuah tablet, atau sebaliknya. Kamu hanya perlu melepas dan memasang kembali keyboard docking yang telah dilengkapi engsel magnet. Dan percayalah hal itu dapat dilakukan dengan cepat dan aman.

Acer Switch Alpha 12 si Pencuri Hati

Ya, Acer berhasil mengemas notebook Switch Alpha 12 dengan teknologi paling mutakhir. Notebook hybrid ini pun mampu merangkum semua harapan-harapan yang saya langitkan. Bayangkan jika saya memiliki notebook Switch Alpha 12 ini. Tentu saya kian lihai dalam men-switch kedua peran yang saya mainkan.

Dan jika buah hati memanggil saya untuk sebuah keperluan, entah apakah itu untuk makan, bermain, atau pun menemaninya buang air kecil ketika saya tengah bekerja, tentu hal itu tak lagi menjadi masalah. Karena dengan satu gerakan simpel saya dapat mengubah notebook Switch Alpha 12 menjadi sebuah tablet yang mudah untuk dibawa. Saya hanya perlu memasang atau melepaskan keyboard docking dari engsel magnet. Kini, bekerja dapat dilakukan di mana saja. Betapa switchnable-nya saya.

Bagiamana dengan kamu?

10 Comments

Leave a Reply to khairiah Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *