Uncategorized

Sambut 2017 dengan Api Semangat. Yeay. Semangat Kawan!

Tahun baru, semangat baru, seharusnya.

Cukup terlambat bila tulisan ini menjadi postingan pertama di tahun ini. Tapi itu lebih baik dari pada tidak. Menengok setahun ke belakang, tak banyak ide yang sempat saya tulis. Bila ditotal tak lebih dari 23 tulisan telah ditayangkan di blog saya ini.

Semangat menulis saya memang muncul di beberapa bulan ke belakang. Bersyukur di akhir tahun tulisan saya kembali mendapat apresiasi dari sebuah lomba. Meski bukan sebagai juara pertama, tapi, sebagai pemenang hiburan sudah cukup menyenangkan. Alhamdulillah. 🙂


Seperti biasa, di awal tahun saya akan memulai aktivitas ngblog saya dengan menuliskan beberapa impian sederhana saya. Untuk mempersingkat waktu mari langsung kita kupas saja asa apa yang akan saya juangkan ditahun ini.


1. Menulis

Menulis masih menjadi hobi terseksi saya. Gairahnya memang terkadang pasang, terkadang surut, tapi tak sampai mati. Jiwa menulis ini telah merasuk jauh ke dalam kehidupan saya. Saya berharap di tahun ini saya memiliki kesempatan lebih luas lagi dalam menuangkan gagasan-gagasan yang ada di kepala saya. 23 postingan di tahun lalu? Itu sungguh menyedihkan.




Karena sejatinya menulis adalah media yang saya gunakan dalam mengekspresikan banyak hal. Karena melalui menulis, saya berharap bisa menjadi manusia yang bermanfaat. Karena menulis merupakan cara saya dalam berkontemplasi.

2. Olah Raga.

Ini tentang badan yang terus berisi, tapi bukan tekdung ya. 😀 Tahun ini saya memiliki mini target tentang bentuk bodi yang saya impikan. Jangan! Jangan bayangkan bodi-bodi yahud yang ada di majalah-majalah lelaki dewasa itu. Bukannya saya tidak ingin, tapi saya takut tubuh saya akan membawa “petaka” saat anak-anak tertidur lelap. #inipunjangandibayangkan!

Saya hanya ingin tubuh saya sedikit lebih ringan. Sehingga kaki ini tak harus menanggung beban berat lagi. Untuk itu, saya perlu mengolah badan guna membakar lemak-lemak di beberapa bagian tubuh saya. Ada beberapa cara yang akan saya gunakan, yaitu :

  • Berenang

Sudah lama saya tak pernah lagi melakukan olah raga satu ini. Kondisi telinga tak memungkinkan saya untuk berenang. Bisa saja saya menggunakan earplug (penyumbat telinga), tapi saya kurang yakin earplug mampu menghalangi masuknya air ke telinga.

Namun tuntutan untuk segera menggerakkan fisik kian dahsyat. Lemak kian merajalela. Gerakan tubuh saya turut melambat. Lelah cepat sekali hadir. Maka tak bisa ditunda lagi. Saya harus segera berolah raga. Yang cocok dan saya suka ya berenang ini. Karenanya berenang menjadi bidikan utama saya sebagai olah raga rutin ditahun ini.

Sebagai persiapan menyambut tahun yang penuh gairah, earplug pun sudah dibeli, tinggal menunggu waktu eksekusi saja. Kabar baiknya, di dekat rumah saya ada kolam renang murah meriah. Semoga satu keinginan saya ini bisa segera terealisasi. Semoga.

  • Senam

Olah raga ini sebenarnya kurang begitu saya suka. Tapi senam cukup ampuh dalam membakar lemak-lemak bandel di tubuh. Bukti nyata tentang itu adalah tetangga di seberang rumah saya. Dulu tubuhnya lebih besar dari saya. Gemuk. Kini, tubuhnya sudah berbentuk. Sedap dipandang dan seksi. Hm, cara yang patut saya tiru bukan?

  • Wall Climbing

14 tahun lalu saya jatuh cinta pada olah raga panjat dinding ini. Hingga kini rasa itu tak pernah pudar. Selalu ada ruang untuk kembali mengenang hubungan intim antara saya dan papan panjat. Tak jarang rindu-rindu itu kerap tak tertahankan. Bila sudah begitu, gairah berolah raga pun kian memuncak.

Kenapa?

Karena, saya tak mungkin dapat mencumbu dinding panjat dengan berat badan seperti saat ini. Wall climbing alasan lain saya untuk sesegera mungkin menurunkan berat badan. Setelahnya, saya siap “menerkam” tiap poin panjat yang menantang.

3. Youtube

Ini bukan semacam latah jamaah. Hihi. Bukan. Gaklah. Saya bukan tipe orang yang gampang berbaur dengan kehirukan sebuah tren. Lalu kenapa youtube menjadi salah satu impian yang saya langitkan? Bukankah youtube tengah digandrungi banyak kalangan? Ya ya ya, ada beberapa alasana saya terjun ke dunia peryutupan, di antaranya

  • Sebuah keresahan.

Youtube. Hm, bila menyinggung soal ini yang terkenang sama saya itu kok ya anak-anak ya. Bukannya pesohor-pesohor dari kalangan youtuber Indonesia. Gini, mungkin bukan cuma saya yang merasakan dampak tak baik dari sebuah teknologi. Bisa jadi hampir semua ibu merisaukan perkembangan buah hati mereka seiring pesatnya kemajuan teknologi.

Tapi, saya bukan orang yang anti dengan kemajuan jaman ya. Bukan. Saya menerimanya sama seperti saya menerima kamu di sisi saya. #halah . Gini. Serius. Saya merasakan dampak yang tidak baik dari tontonan-tontonan yang ada di youtube. Memang tak semua. Sebagian saja namun cukup merisaukan.




Huft, bila ingin menuliskan resah yang saya rasa, akan panjang ceritanya. Semoga kamu gak bosan ya. Seandainya kamu bosan, pandangi saja foto di pojok kanan atas blog ini. Saya jamin kamu akan langsung pergi. 😛

Oke. Back to topic. Keresahan-keresahan saya itu berada dipuncaknya saat saya mendapati betapa mudahnya sebuah kata tak layak terucap dari kaum muda masa kini. Youtube menjadi ruang bagi anak-anak muda ini untuk mengumbar yang tak pantas seolah sangat wajar untuk dilakukan.

Mereka-mereka ini boleh saja berpendapat, “jangan salahkan tayangan-tayangan yang ada di youtube donk. Ke mana peran orang tua saat buah hatinya tengah asik beryutupan? Di mana kontrol orang tua terhadap aktivitas buah hati?”. Hm, oke. Pada akhirnya ujung tombak memang selalu terarah kepada orang tua.

Tentu tak salah pula bila saya katakan begini, “anak berada di bawah pantauan orang tua itu jika dan hanya jika mereka berada di rumah. Tapi bagaimana bila mereka tengah berada di luar rumah? Sementara akses internet begitu mudah di dapat.” #prbangetnich

Banyak peristiwa yang membuat saya kian yakin mengambil peran menjadi seorang youtuber. Seperti tempo lalu, saat keponakan saya yang duduk di bangku kelas 3 SD bertanya kepada saya tentang sebuah kata. Kira-kira begini kalimat yang diutarakannya kepada saya, “Etek tau gak apa artinya D*MN?”

BACA JUGA MENGENAI ARTIKEL YANG MENUTUP TAHUN SAYA DENGAN CANTIK.

Kali pertama dia utarakan, saya pikir, saya salah dengar. Saya pun memintanya untuk mengulangi pertanyaannya. Hm, ternyata telinga saya tak salah tangkap. Keponakan saya mengetahui kosa kata tersebut melalui tayangan-tayangan yang ada di Youtube. Itu pengakuan yang diberikannya kepada saya.

Dan tahukah kamu jika keponakan saya sangat memahami apa arti dari kata tersebut. Sayangnya, dia tidak mafhum masuk kegolongan manakah kata yang dia tanyakan tersebut. Saya kabarkan padanya bila kata tersebut termasuk sumpah serapah. Namun, dia justru balik bertanya apakah sumpah serapah itu? Sampai di sini langsung kelar hidup gue. 😀

Lain lagi kisah kedua anak perempuan saya. Mereka memiliki kesempatan mengakses gadget hanya pada hari sabtu dan minggu dengan waktu bermain satu jam, tak boleh lebih. Ketatnya jadwal yang saya berikan, tak menutup peluang mereka menyerap kata-kata yang tak baik ini. Seperti F*CK, umpatan ini akan menjadi hal yang biasa dilakukan bila tidak ada penjelasan dari orang tua.

Ulasan di atas tampak remeh, tapi, justru dari hal-hal kecil seperti inilah yang mendorong saya untuk turut berbaur dalam kehirukan dunia Youtube. Tak jadi masalah jika pada akhirnya pengunjung channel saya hanya satu dua view. Namun, setidaknya saya mencoba memberikan konten yang menurut saya baik.

  • Menyulut Gairah.

Begitu banyak harap yang saya langitkan melalui aktivitas ngyutup saya ini. Tak hanya menyangkut hal yang remeh temeh di atas tadi. Melalui youtube pula saya berharap dapat menyulut beberapa soal yang ada di dalam diri kedua anak perempuan saya, seperti :

1. Menumbuhkan keberanian kedua putri saya untuk bersuara, berpendapat, dan berekspresi.

Anak-anak saya cenderung diam bila berada di tempat asing dan ramai, sama seperti ibunya. Proses-proses pengambilan video di beberapa tempat sedikit mengubah kekakuan mereka di tempat umum. Bahkan rasa percaya diri cendrung muncul saat mata kamera menyorot aktivitas mereka.

2. Memancing daya kreatif pada diri anak.

Satu yang sudah tampak adalah saat anak perempuan saya berusaha menciptakan slime dengan tekstur yang sesuai keinginan mereka. Tentang itu bisa dilihat melalui tulisan saya ini .

3. Mendidik anak lebih peduli pada lingkungan.

Ya, saya bermaksud mengajak anak-anak “membaca” seperti apa sich negeri yang mereka pijak ini. Saya akan memulainya dari hal-hal kecil yang ada di sekitar mereka. Dari penjual-penjual yang lewat di depan rumah, dari pengamen yang kerap menyapa kami melalui lagunya, atau dari kawan-kawan bermain mereka. Saat ini saya tengah merancang konsep seperti apa yang akan saya bangun. Semoga ekspektasi saya tak menyimpang jauh saat ide-ide tersebut dieksekusi.

4. Kekeluargaan kian mengental.

Kamu tahu di rumah saya ada mini studio sederhana. Studio ala anak-anak saya. Dinding rumah yang penuh dengan coretan mereka tutupi dengan lembaran kertas kado bermotif lucu. Tak hanya anak-anak saja yang sibuk, bapaknya pun ikut turun tangan saat mengatur tata letak kertas kado di dinding. Melihat kerja bareng anak dan bapak seperti itu tentu membuat ibunya bahagia. Kekeluargaan pun kian terasa kental.

5. Mengundang Kebahagiaan.

Ini yang paling penting. Apa pun aktivitas yang dilakukan bila tak mampu menghadirkan kebahagiaan rasanya akan percuma. Untungnya anak-anak saya cukup bahagia dengan kegiatan ngyutup ibunya. Bahkan mereka menyambut dengan antusias saat saya akan mengambil adegan per adegan yang saya minta.

***

Saya rasa tiga poin di atas dapat mewakili keinginan yang akan saya wujudkan ditahun ini. Kini, mari kobarkan api semangat agar asa segera menjadi nyata.

Oya, kebetulan bulan ini anak perempuan pertama saya ulang tahun. Dan saya merekam hari ulang tahunnya yang diisi dengan kegiatan nan sederhana. Meski begitu dia cukup bahagia dengan apa yang diterimanya. Ditonton ya. 🙂

Tabik!

17 Comments

    1. Roro juga ditraktir sama eyang tane. hehe… tapi, bolehlah kalo suatu saat kita berjumpa. 🙂 Amin YRA. makasih sangat untuk doanya tante. Doa yang sama untuk tante dan keluarga.

  1. Wow! Mau wall climbing!
    Tapi sepakat soal nurunin berat badan supaya nggak berat itu. :Aku juga kemarin nurunin 2 kg meski diprotes temen2. “Udah kurus ngapain nurunin berat badan?” Lah, mereka kan nggak tau jeritan pinggang celana panjang dan pinggang rokku 😀

  2. Wah senangnya, mamam steak dan sosis sama-sama. Selamat ulang tahun ya, kak Roro. Untuk mamanya semoga semua harapan2nya tercapai. Youtube juga pingin saya seriusi deh di tahun ini, pingin lebih fokus di kulineran atau masakan untuk pelengkap blog.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *